Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Juni 2017

MUI Meminta Agar Usut Tuntaf Mushaf Al Quran Yang Dijadikan Bungkus Kembang Api


Belum selesai masalah kasus penerbitan mushaf Al Quran yang menghilangkan Surat Al Maidah ayat 51-57, penistaan terhadap Al Quran, Kitab Suci Umat Islam kembali terjadi. Kali ini sang melaku menjadikan lembaran Al Quran sebagi bungkus kembang api.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah meminta aparat Polrestabes Semarang mengungkap tuntas temuan lembar mushaf Alquran yang dijadikan bahan longsongan kembang api jenis air mancur. Jika di balik temuan tersebut terdapat unsur- unsur kesengajaan, aparat kepolisian diminta untuk mengambil langkah-langkah hukum yang setimpal kepada produsen kembang api yang dimaksud.

Ketua Umum MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji mengaku prihatin dengan temuan ini. Sebab penyalahgunaan simbol-simbol Islam ini terulang kembali setelah beberapa waktu lalu juga sempat ditemukan dalam terompet tahun baru.

Baca juga: Waspadalah, Al Quran Tanpa Al Maidah di Mushaf Al Quran terbitan PT Suara Agung. Lalu Akankah Aparat Pemerintah Mencabut Ijin Penerbitnya?

MUI Jawa Tengah, jelasnya, baru menerima laporan temuan lembar mushaf Alquran yang digunakan untuk longsongan kembang api ini, setelah sebelumnya dilansir di sejumlah media massa. Tak lupa Ahmad Daroji berterimakasih kepada masyarakat, yang tanggap dan cepat melaporkan temuan yang berpotensi meresahkan umat tersebut kepada aparat kepolisian yang ada di wilayahnya.

Ia menegaskan kasus ini harus diusut tuntas oleh aparat kepolisian yang menangani, dalam hal ini jajaran Polrestabes Semarang, dan menelusuri siapa pihak- pihak yang paling bertanggungjawab. “Polisi harus mengungkap apakah penggunaan lembar- lembar mushaf kitab suci umat Islam dalam longsong kembang api tersebut memang disengaja atau karena buah dari ketidaksengajaan,” katanya, Jumat (2/6).

Sedangkan kepada umat Islam yang ada di Jawa Tengah MUI juga meminta agar tetap tenang dan menyerahkan persoalan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk menuntaskan permasalahan ini. Masyarakat harus tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh tindakan- tindakan yang cenderung berimplikasi terhadap penindakan hukum oleh aparat yang berwenang. Apalagi jika sampai muncul aksi atau kemarahan yang berlebihan dari umat.

Sebab situasi saat ini merupakan bulan suci Ramadhan. “Saya juga mengimbau seluruh umat di Jawa Tengah untuk bisa menahan diri dan menyerahkan proses penanganan ini kepada polisi," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pedurungan, menyita sejumlah kembang api jenis air mancur yang selongsongnya terbuat dari kertas mushaf Alquran. Penyitaan kembang api dengan merek ‘Mega Jumbo’ ini berawal dari temuan masyarakat.

Secara tidak sengaja, hal ini ditemukan oleh Rohmat Hidayat, salah seorang warga lingkungan Tanjungsari 1-A RT 03/ RW 14 Kelurahan/ Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada Sabtu (27/5) lalu.

Awalnya, Rohmat menyalakan beberapa kembang api yang dibelinya tersebut pada Sabtu malam. Usai dinyalakan, ia pun iseng membuka salah satu selongsong kembang api diantaranya dan menurai satu demi satu bahannya.

Saat itulah ia mendapati kertas halaman mushaf Alquran yang digunakan untuk membuat longsongan kembang api tersebut. Penasaran dengan temuan ini, iapun membuka longsongan bekas kembang api lainnya. Ternyata ia kembali menemukan halaman mushaf Alquran pada longsongan tersebut. Temuan ini selanjutnya dilaporkan kepada aparat Polsek Pedurungan.

Berdasarkan penelusuran polisi, kembang api jenis air mancur merek Mega Jumbo ini dibeli Rohmat dari toko Rajawali, yang beralamat di sekitar kawasan Pasar Johar, Semarang. Sedangkan kembang api ini sendiri diproduksi oleh PT Surya Kencana, yang tertera beralamat di Jalan Basuki Rahmat, kota Madiun, Jawa Timur. Kini persoalan ini ditangani oleh Polrestabes Semarang.

Sumber: rol

Waspadalah, Al Quran Tanpa Al Maidah di Mushaf Al Quran terbitan PT Suara Agung. Lalu Akankah Aparat Pemerintah Mencabut Ijin Penerbitnya?


Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis meminta pihak terkait untuk mengusut tuntas kasus penerbitan Al Quran tanpa surat Al Maidah ayat 51-57.

"Harus diselidiki apakah murni khilaf atau ada faktor lain karena kelalaian ini menimbulkan masalah serius agar tidak terulang lagi di masa datang," kata Iskan lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia menyesalkan terjadinya persoalan hilangnya Surat Al Maidah ayat 51-57 dalam sebuah Mushaf Al Quran terbitan PT Suara Agung. Kasus itu harus ditelusuri secara tuntas meskipun pihak percetakan telah meminta maaf dan mengaku khilaf.

Menurut dia, apapun alasanya, kekhilafan tersebut terkait dengan kitab suci yang dianggap suci oleh umat Islam. Sehingga perlu kehati-hatian dalam memproduksi Al Quran.

"Ini menyangkut Al Quran yang dianggap suci. Jadi, jangankan satu ayat, satu huruf saja hilang, itu sangat fatal karena sudah pasti merubah makna. Jadi harus hati-hati dalam memproduksi Al Quran," kata dia.

Dia berpendapat masalah tersebut juga membuktikan kurang profesionalnya percetakan karena seharusnya yang dicetak adalah yang sudah ditashih/dicek isinya oleh Tim Pentashih Al Quran.

"Kementerian Agama sebagai pemimpin sektor tupoksinya terkait Agama sudah seharusnya memperkuat proses pengawasan terhadap Al Quran yang beredar di masyarakat," kata dia.

Sumber: http://wartakota.tribunnews.com

Selasa, 02 Mei 2017

Allahu Akbar, Ribuan Warga Papua Nyatakan Keislamannya Gara-gara Hal-Hal Sepele ini


Menggetarkan. Video ini benar-benar menggetarkan. Bagaimana perasaan Anda sebagai Muslim melihat ribuan orang Papua masuk Islam? Video ini merekamnya. Dalam video ini tampak ratusan orang Papua mengikrarkan dua kalimat syahadat. Dibimbing Ustadz Fadhlan Garamatan, mereka membaca dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab dan terjemahnya dalam bahasa Indonesia.

Video ini juga menampilkan seorang kepala suku menyatakan diri masuk Islam dengan membaca dua kalimat syahadat. Ia juga membawa serta seluruh pengikutnya menjadi mualaf.

Di bagian tengah, ada cuplikan bagaimana dakwah di Papua menyadarkan penduduk asli bersuci. Mereka yang tadinya hanya mengenakan koteka mulai diajari oleh dai untuk mandi, bersuci, menggunakan sabun dan memakai pakaian. Bahkan karena kerja keras dakwah mengajarkan orang-orang Papua mandi dan memakai sabun, Ustadz Fadhlan Garamatan juga dikenal sebagai Ustadz sabun.

Di bagian akhir, pemandangan yang tak kalah mengharukan disajikan dalam video ini. Tampak puluhan orang Papua mengangkat kubah bersama-sama. Mereka sedang membangun masjid dan bergotong royong membawa kubah itu untuk menyelesaikan masjid baru mereka.

Banyak pengguna Youtube yang terharu menyaksikan video ini.

“Semoga Allah memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat kepada saudara-saudara Islamku yang berada di Papua dan di seluruh dunia,” tulis Rosdin Mahmud.

“Subhanallah, semoga ini sebuah langkah awal agar sodara-sodara kita di papua memliki dasar kehidupan yang lebih baik, kareana islam adalah rahmat untuk kita semua, saya berdoa dan percaya islam akan mengajarkan mereka menjadi manusia yang lebih baik dari pada sebelum-belumnya, semoga sodara-sodara di papua dapat menjadi manusia-manusia yang ikhsan. amien.” Tambah K Alkpro.

Lihat Youtube nya


Jumat, 07 April 2017

Inilah Derita Umat Islam di Idlib Suriah, Akibat Serangan Bom Kimia Beracun Yang Mematikan


Serangan itu dilakukan tepatnya di daerah Idlib pada 4 April 2017. Ratusan korban berjatuhan akibat gas beracun tersebut. Menurut penuturan salah seorang dokter yang ada di sana, gas yang dijadikan senjata tersebut bukan dari gas klorin.

"Ini bukan gas klorin. Kami tidak mencium bau gas klorin pada pasien ini", demikian ungkap Dr. Shajul Islam.

Orang yang terkena gas ini, dia akan susah bernafas dan kejang-kejang. Matanya juga menjadi tidak bereaksi terhadap cahaya. Berkali-kali dokter Shajul Islam menunjukkan bagaimana pasien yang terkena gas tersebut tidak bereaksi terhadap cahaya.


Baca juga: Akan kuadukan kalian kepada Tuhanku!" jerit seorang gadis kecil Aleppo.

WHO menjelaskan bahwa serangan gas kimia di Khan Sheikhoun tersebut menyebabkan korban mengalami gangguan pernapasan yang akut yang berujung pada kematian.

Itulah yang dirasakan rakyat sipil Suriah atas kekejaman ini.

Anda dapat menonton videonya melalui link di berikut: 

https://www.facebook.com/SyamOrganizer/videos/741843859308627

Semoga Allah membalas kedzoliman ini dengan balasan yang setimpal. Dan semoga para korban ditempatkan disisi Allah ta'ala.
Amiin..
========
Ayo bantu saudara-saudara kita di Bumi Syam. Semoga keberkahan juga mengalir bagi kita..
Donasi Suriah:
Rekening Bank Syariah Mandiri 
7068692088 (a.n Amal Syam Abadi Yayasan)
Konfirmasi transfer: +62-878-3959-0200
atau klik link www.syamorganizer.com/donasi

Sumber: https://www.facebook.com/SyamOrganizer

Sabtu, 01 April 2017

Sekjen FUI Ditangkap, Habib Rizieq Serukan Siaga 1


Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath ditangkap polisi jelang ‘Aksi 313’. Pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab pun mengeluarkan seruan.

Habib Rizieq menyerukan kepada umat Islam untuk mengikuti ‘Aksi 313’ dengan tetap tenang dan kompak meski Al Khaththath ditahan aparat kepolisian.

“Kami serukan kepada seluruh pengurus FUI dan segenap Mahasiswa serta Umat Islam agar tetap tenang dan kompak serta tetap melanjutkan Aksi 313 dengan aman dan damai.” kata Habib Rizieq dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/3/2017).

Rizieq berharap, umat Islam tetap sabar dan tegar serta mampu mengedepankan akhlak terpuji dalam melawan kezaliman dan kebathilan.

Baca juga: 
Innalillah, Ustadz Al Khaththath Ditahan Meski Belum Jelas Tuduhannya 

HAHAHAHA, Berharap Dapat Dukungan Di PILKADA Putaran Ke Dua, MEGAWATI Justru Dibuli Habis-Habisan

Ketua dewan pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) ini juga meminta pengacara dan advokat muslim untuk mendampingi dan membela tokoh yang ditangkap.


“Kepada pemerintah untuk segera melepaskan Sekjen FUI dan beberapa pimpinan mahasiswa serta membebaskan dari segala tuduhan,” pinta dia.

Berikut isi seruan lengkap Habib Rizieq:

Stop Kriminalisasi dan Makarisasi Ulama dan Mahasiswa

Ada info yang menyebutkan bahwa pagi dini hari sebelum Aksi 313 digelar :

Sekjen FUI
KH Muhammad Al Khaththath bersama beberapa pimpinan mahasiswa ditangkap dan ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua.

Kami serukan kepada seluruh pengurus FUI dan segenap mahasiswa serta umat Islam agar tetap tenang dan kompak serta tetap melanjutkan ‘Aksi 313’ dengan aman dan damai.

Buktikan bahwa umat Islam tetap sabar dan tegar serta mampu mengedepankan akhlaqul karimah dalam melawan kezoliman & kebathilan. Seluruh penngacara dan advokat Muslim se- Indonesia juga diserukan segera turun merapat untuk mendampingi dan membela Ulama dan Mahasiswa dari kriminalisasi dan makarisasi.

Kepada Pemerintah untuk segera melepaskan Sekjen FUI KH Muhammad Al-Khaththath dan Beberapa Pimpinan Mahasiswa serta membebaskan dari segala tuduhan.

Kepada Laskar Islam se Indonesia diserukan siaga I untuk mengantisipasi segala kemungkinan dalam membela Agama dan Negara serta menjaga Ulama dan Umat Islam.

Semoga Allah SWT memberkahi perjuangan umat Islam danmemberi kemenangan yang nyata.(yn)

Sumber: gemarakyat.id


Innalillah, Ustadz Al Khaththath Ditahan Meski Belum Jelas Tuduhannya


Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al-Khaththath, ditangkap aparat kepolisian sejak Kamis (30/3/017) malam.

Kabar tersebut disampaikan oleh Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan kepada Panjimas.com.

“Informasi , ana baru ditelpon Ustadz Khaththath ditahan di Mako Brimob sejak tadi malam dan mohon pendampingan, jam 09. 00 WIB kita meluncur ke sana,” kata Michdan, Jum’at (31/3/2017).

Hingga kini belum diketahui, apa tuduhan terhadap Ustadz Al-Khaththath, sehingga beliau ditangkap dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa
Barat.

“Belum tahu tuduhannya apa, tapi tadi dia telpon, dia sudah ditahan di Mako Brimob sejak semalam, hari ini jam 9.00 mau diperiksa, jadi minta didampingi,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah pengacara baik dari TPM, Pusat Hak Azasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) dan lain-lain pagi ini meluncur menuju Mako Brimob, Depok untuk mendampingi Ustadz Al-Khaththath.

Untuk diketahui, KH Muhammad Al-Khaththath merupakan Sekjen FUI, yang menjadi pimpinan panitia aksi 313, yang akan digelar Jum’at hari ini. Kemarin, baru saja KH Muhammad Al-Khaththath menggelar konferensi pers terkait Aksi 313.

Bahkan, sejak beberapa hari lalu, Ustadz Al-Khaththath juga telah menyerukan kepada kaum Muslimin untuk hadir dalam Aksi 313. Aksi tersebut untuk menuntut kembali terdakwa Basuki Tjahja Purnama (Ahok) agar dijebloskan ke penjara akibat kasus penistaan agama yang dilakukannya. [AW]

sumber: gemarakyat.id

Selasa, 28 Februari 2017

LUAR BIASA....TERKAIT PILKADA, Ippho Santosa Siap Menerima Resiko Akibat Cuitannya.


Nama Ippho Santosa akhir-akhir ini membetot perhatian publik di media sosial. Sebabnyab karena Penulis buku best seller sekaligus Motivator Internasional itu membuat cuitan politik di akun twitternya. Temanya tentang Pilgub DKI Jakarta.

Dengan tegas, pria yang memiliki darah Tionghoa tersebut menulis pemikirannya soal pilihan politik dalam perhelatan Pilgub DKI Jakarta.

@ipphoright: Jangan pilih pemimpin yg jadikan agamamu bhn olokan, QS. 5:57. Engkau muslim? Siapa yang engkau ikuti? #Ahok atau Allah? Buzzer atau Al Quran?

@Bahas Wifi, #Ahok mengolok Al Quran. Peringatan Allah, jangan pilih pemimpin yang jadikan agamamu bahan olokan&permainan. Baca QS. 5: 57

Baca juga: Ruhut: Jangan Mau Ditakut-takuti, Ikut Aku Dijamin Masuk Surga
@Jangan biarkan satu orang ini membuat persaudaraan kita tercerai berai. Puluhan tahun TERBUKTI kita hidup damai. Tak ada gesekan yang berarti.

@Tak heran hampir semua ulama menolaknya.  Selama ini, adakah aksi sebesar #411 #212? Ini terbesar. Artinya ada amarah luarbiasa dr umat

Ippho pun mengaku siap menerima resiko dengan membuat cuitan tersebut.

@ipphoright: Saya tahu sbgn orang akan unfollow. Sbgn perusahaan batal mengundang. Krn twit ini. Tak masalah. Izinkan saya bersikap. Toh rezeki dari Allah.

@ipphoright: Umur saya hampir 40. Artinya 2/3  badan sdh masuk liang kubur. Setidaknya kt perjuangkan nilai-nilai yg benar. Kalau orang unfollow, yah resiko.

Sumber: wajada.net

Senin, 27 Februari 2017

GERAH... Dengan Pemasangan Spanduk Di Masjid, RUHUT SITOMPUL Berkicau Bak Setengah DEWA


Jakarta, Ruhut Sitompul membuat pernyataan kontroversi terkait dirinya dan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa masuk surga.

 “Ha ha ha jangan mau di takut2i dengan tidak dido’ai kalau mati, ya sudah ikut Aku saja kalau mati selain dio’ain juga dijamin Masuk Surga,” kata Ruhut di akun Twitter-nya @ruhutsitompul.

Ruhut berkicau seperti itu terkait beredar spanduk di berbagai masjid yang tidak mau mensholati warga yang mendukung penista agama. Pengurus masjid Al Jihad, Yayat Supriatno, mengungkapkan pemasangan spanduk tersebut merupakan kesepakatan semua pengurus masjid.

 “Kalau masalah pembuatan spanduk, kami sepakat pengurus masjid bikin dan masjid – masjid banyak juga yang minta ke kami dibikinkan seperti itu (masjid sekitar Setia Budi). Tapi karena kami belum sempat, jadi belum sempat dipasang,” ujar Yayat.

Ketika ditanya tujuan memasang spanduk berisi kalimat provokatif itu, Yayat mengatakan semata-mata untuk mengingatkan kembali umat Islam tentang ajaran agama. Dalam kitab suci Al Quran ayat 84 surat At – Taubah, Allah SWT mengatakan janganlah kamu menyolatkan orang – orang munafik itu selamanya, karena sesungguhnya mereka kafir kepada Allah SWT.


 “Jadi itu yang kami ingin mengingatkan saudara – saudara kita yang muslim. Agar mereka kembali kepada islam yang benar. Jangan mendukung penoda agama ini intinya (pemasangan spanduk),” ujar Yayat.

Yayat meminta masyarakat jangan mengait-ngaitkan pesan spanduk tersebut dengan kepentingan pilkada Jakarta.

“Bukan, nggak ada urusan pilkada. Kami di sini sosialisasikan, kami ikut gerakan dalam rangka membela Islam, ulama, dan terkait Al Maidah 51. Ini kan dinistakan oleh pejabat yang kebetulan menjadi gubernur dan ‎menjadi peserta pilkada,” ujar Yayat.[suanas/MMC]
Sumber: mmcindonesia.com

GEMPAR Presiden Jokowi Kelu Lidahnya Mengucapkan “Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah” Di Tanwir Muhammadiyah Ambon


Ketika diberi waktu untuk menyambut kegiatan di Tanwir Muhammadiyyah Ambon, dengan jalan yang mantap Jokowi menuju podium untuk memberikan sambutannya. Beliaupun mengucapkan salam, dilanjutkan syukur alhamdulillah. Kalimat berikutnya tidak jelas, tetapi dari suara yang bisa didengar, Presiden Jokowi nampaknya berniat mengucapkan kalimat laa haula walaa quwwata illa billah. Namun yang keluar dari beliau justru kalimat yang tidak jelas.

Jokowi terlihat masih belum fasih mengucapkan kalimat itu. Seolah lidahnya kelu. Ketika hal itu diposting banyak komentar yang dilontarkan.



Bagaimana komentar Anda setelah mendengarkan pidato beliau berikut ini:


LUAR BIASA... Belum Tuntas Kasus Pelecehan Surat Al Maidah , AHOK Melecehkan Al Qur'an lagi


Pelecehan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap Surat Al Maidah berlangsung secara terus menerus.

Pasalnya, belum selesai Ahok berurusan dengan kasus penistaan agama karena menyebut Al Maidah sebagai alat kebohongan, Ahok kembali melecehkan surat yang ada dala Al Quran tersebut. Sebagaimana sebuah video viral berdurasi satu menit, Ahok dalam rapat mengusulkan nama akun wifi Al Maidah dengan password kafir.

Menanggapi hal tersebut, politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia memprediksi bahwa pelecehan Ahok tidak akan berhenti sampai di situ dan akan terus menerus dilakukan.

"Jauh di awal dan berulang kali juga sudah saya sampaikan bahwa Ahok memang memiliki agenda khusus untuk mendiskreditkan dan melemahkan Islam dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (26/2).

Menurutnya, Ahok melakukan hal tersebut secara sistematis mulai dari tulisan di buku, sesi interview, isi pidato, dan ucapan spontannya.

Ahok tentu tidak sendirian. Kenekadannya itu muncul karena ada dukungan dari kekuatan politik dan ekonomi yang juga tidak suka Islam. Mereka berusaha memaksakan ideologi dan keyakinan tertentu yang tak sesuai dengan mayoritas rakyat Indonesia.

"Jadi Ahok sesungguhnya sedang menjalankan 'misi menghancurkan Islam' yang menurut saya sama saja dengan menjalankan 'misi de-Pancasilaisasi' atau 'misi de-Indonesianisasi'. Ahoklah yang sesungguhnya sedang mengembangkan sikap intoleran, anti kebhinnekaan dan anti Pancasila," pungkasnya. Sumber:tribunislam.com

Lihat Videonya

Sabtu, 25 Februari 2017

Astaghfirullah, Kebangetan! Anak Cucu Tak Bisa Ngaji, Kuburan Orang Tua Di Pasangi Ini Oleh Mereka!



Baru-baru ini sebuah foto menjadi viral di laman media sosial Facebook. Pasalnya foto tersebut memperlihatkan sebuah kuburan yang dipasangi pemutar suara (Mp3) Murottal Al Qur’an bertenaga sinar matahari.

Foto yang diunggah di laman sosial media Facebook pada hari Sabtu (18/06/2016) tersebut menuai banyak komentar dari berbagai netizen.

Pengunggah gambar menjelaskan bahwa peralatan Mp3 tersebut memang sengaja dipasang oleh ahli warisnya agar lantunan kitab suci Al Qur’an bisa diperdengarkan untuk orangtuanya yang telah lama meninggal. karena harap dimaklumi, ahli warisnya tak ada yang bisa mengaji.

“Di kuburan ortunya dipasang mp3 tenaga surya untuk memutar MP3 Al Qur’an.. Hmmm. Hukume piye ki pak ustadz..??” tulis Akun tersebut.

Baca juga: SUBHANALLAH...Inilah Beda Wajah Seorang yang Meninggal Dunia dengan Husnul Khatimah dengan yang Suul Khatimah.

Berbagai komentar yang mendukung dan mencibirnya pun bermunculan. Salah satu yang mendukungnya ditulis oleh akun Komarudin Nanang yang berkata, “Ya selama niat ngaji, ganjarannya untuk almarhum tetap baik.”

“Tiga amalan yang tidak putus.. Ilmu yang bermamfaat. Sedekah jariyah. Dan anak yang saleh.. Mau pakai mp3 atau speaker kalau niatnya untuk orang tua ya tetep aja bisa diterima, Apa perlu dijelaskan lebih detail..” tulis akun Budi Harjono.

Sementara itu akun Lutfi Hasan mengatakan: “Mp3 nya pas eror, langsung muter. Bang dangdutan yukkk… wadduhh bisa goyang itu yang dibawah, digoyang malaikat. Q tertarik ama yang bilang kalau ahli warisnya si mp3 ndak apa2 mungkin so si anak gagal menjadi ahli waris, emang mau ??”

“Kalau pakai mp3 itu jelas gak baik lah, kalau emang gk bisa baca qur’an kan bs belajar dulu” kata akun Febrina.

Baca juga: ALLAHU AKBAR, DEBATER INDONESIA, PENANTANG ALLAH ITUPUN AKHIRNYA TEWAS. DAN INILAH TANTANGANNYA

Bagaimana menurut pendapat Anda?

sumber ;http://ift.tt/2me8dEx

Sumber : https://news.gorasads.com/astaghfirullah-kebangetan-anak-cucu-tak-bisa-ngaji-kuburan-orang-tua-di-pasangi-ini-oleh-mereka

Jumat, 24 Februari 2017

SUBHANALLAH...Inilah Beda Wajah Seorang yang Meninggal Dunia dengan Husnul Khatimah dengan yang Suul Khatimah.


Kematian adalah keniscayaan. Semua yang hidup akan mengalami mati. Mesti demikian tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui kapan kematian akan menjemputnya. Ya, karena kematian selalu datang dalam keadaan baghtah, sekonyong-konyong.

Yang mesti diingat adalah kematian bukanlah akhir dari segalanya. Ia bahkan merupakan pintu gerbang untuk memasuki kehidupan yang kekal abadi. Hanya ada dua hal yang akan dialami oleh siapapun setelah meninggal. Kebahagiaan dan penderitaan. 

Hanya saja jangan dibayangkan kebahagiaan yang akan dialami oleh orang yang telah meninggal sama dengan kebahagiaan yang didapatkan manusia ketika masih hidup. Jauh berbeda. Kebahagian mereka akan sempurna, dan akan sempurna lagi ketika dia melihat wajah Allah.

Demikian juga penderitaan yang dialami oleh seseorang setelah meninggal dunia. Penderitaannya tiada tara. Hehehehe... ketika mendengar penderitaannya tiada tara, ada sebagaian orang yang kemudian justru mencibir sambil mengatakan 'emang elo sudah melihat dan mengalaminya, macam peramal saja'. Cibiran itu tentu tidak perlu dijawab. Karena, suatu saat jika dia tidak bertaubat dengan apa yang diucapkannya dia akan menyesal selamanya setelah kematian menghampirinya.

Meski kebahagiaan dan penderitaan yang akan dialami oleh orang-orang sudah meninggal dunia tidak dapat dirasakan oleh orang yang masih hidup, tetapi terkadang Allah menampakkan kebahagiaan orang yang sudah meninggal dunia dengan wajah yang ceria dan tersenyum saat meninggalnya. Bahkan senyuman orang tadi terasa sejuk dirasakan oleh orang yang melihatnya. Hal itu terjadi karena bagi seorang yang beriman terkadang ketika sakaratul maut menjemputnya, dia dinampakkan kepadanya keindahan tempat dan teman yang akan dia dapatkan sebagai pengganti tempatnya di dunia.



Lihatlah jenazah Ustadz Nuh da'i itu. Dai muda ini meninggal dan wajahnya menampakkan senyum bahagia. Ustadz ditembak di masjid saat mengimami sholat subuh, karena dakwahnya ratusan orang memeluk Islam. 


Pun juga, penderitaan yang dialami oleh orang yang meninggal dunia juga terkadang dinampakkan oleh Allah pada wajah orang tersebut, misalnya wajahnya hitam seperti terbakar, padahal dia meninggal bukan karena terbakar. Seperti yang dialami oleh orang yang menantang Allah berikut ini:


Bandingkan kedua jenazah ini. Sangat beda. Yang satu menampakkan wajah bahagia sedangkan yang satunya sangat menyedihkan.


Baca juga: ALLAHU AKBAR, DEBATER INDONESIA, PENANTANG ALLAH ITUPUN AKHIRNYA TEWAS. DAN INILAH TANTANGANNYA
Karenanya, peristiwa-peristiwa bagi tersebut layak menjadi pelajaran bagi siapa saja yang ingin mendapatkan kebahagian hidup setelah kematiannya. Sehingga ia dapat berbenah diri mempersiapkan bekal yang hendak dibawa dalam perjalanan panjangnya, menghadap SANGA PENCIPTA, ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA.

Rabu, 22 Februari 2017

BIKIN MERINDING: Ini Foto dan Video Aksi 212 jilid II Sedang Viral Bakal Bikin Kamu Merinding dan Terharu, Tidak Akan Kamu Temukan Di Media Nasional


Aksi damai 212 jilid II di depan Gedung DPR/MRI RI di Jakarta masih terasa gemanya hingga saat ini. Kita ingat saat itu, ketika memasuki waktu Salat Ashar, peserta aksi melangsungkan salat berjamaah.

Sebagian peserta aksi berhenti dari aktivitas masing-masing, karena hendak melaksanakan Salat Ashar berjamaah. Massa aksi memanfaatkan air mineral untuk berwudhu.

Diduga karena area di depan gedung DPR sudah terlalu padat, sebagian peserta aksi menggunakan bahu jalan tol dalam kota sebagai tempat untuk salat.

Petugas kepolisian pun nampak berjaga-jaga di sekitar lokasi. Selain mengamankan aksi demo, mereka juga berkonsentrasi menjaga kelancaran lalu lintas.

Aksi damai 212 jilid II dalam rangka menuntut keadilan atas kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain itu, aksi ini juga mendesak agar tidak ada kriminalisasi terhadap para ulama.-okn

Berikut adalah foto-fotonya






Link berikut adalah video saat aksi dilaksanakan:



Sumber: kabarviral.id

TIDAK ADIL, Infak Dana Umat Islam pada Aksi 411 dan 212 Senilai 4 Miliar Diusut tanpa Ada Pelapor, Sedangkan Dana Jamaat senilai 4,7 Triliun Dilaporkan Sejak 2013 TIDAK DIUSUT



Aneh juga negeri ini, Infak Dana Umat Islam pada Aksi 411 dan 212 Senilai 4 Miliar Diusut tanpa Ada Pelapor, Sedangkan Dana Jamaat senilai 4,7 Triliun Dilaporkan Sejak 2013 TIDAK DIUSUT.

Polri Tidak Akan Pernah Berhenti Menyelidiki Keuangan Aksi Bela Islam Sampe Menjadikan Tokoh GNPF MUI Sebagai Tersangka. 

Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri terus mengembangkan kasus dugaan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS). Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan pidana pokok dalam kasus money laundering ini berkaitan dengan undang-undang yayasan dan undang-undang perbankan, yakni berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan dana yayasan.

Sejauh ini, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka berinisial IA. Tersangka merupakan salah satu pegawai bank yang diduga berperan untuk mencairkan uang di rekening yayasan atas kuasa Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir.

Martinus mengungkapkan IA telah menarik dana sebesar Rp 600 juta dari rekening pertama. Semula, rekening tersebut berisi uang sebesar tiga miliar rupiah. "Lantas, setelah beredar bantahan dari Habib Novel di media sosial tentang informasi nomor rekening Aksi Bela Islam, GNPF membuka rekening kedua atas nama YKUS," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/2).

Polisi menduga IA membantu untuk mengalihkan atau membagikan kekayaan yayasan keadilan untuk semua (YKUS) kepada pengurus atau dengan sengaja secara melawan hak menguasai kekayaan yayasan atau dan dengan rangkaian berkata bohong untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Atas sangkaan tersebut, Martinus menjelaskan IA diduga melanggar pasal 70 jo pasal 5 UU 16 Tahun 2001 tentang yayasan sebagaimana telah diubah dengan UU No 28 tahun 2004. Selain itu, karena IA diduga turut serta membantu mengalihkan atau menguasai kekayaan yayasan, dia juga diduga telah melanggar Pasal 55 atau Pasal 56 KUHP.  "Tersangka pun dikenakan Pasal 372 dan atau pasal 378 KUHP dalam kaitan penipuan penggelapan uang yayasan."

Polisi masih terus menyelidiki kemungkinan IA menerima sebagian dari pencairan dana yayasan. Polisi juga mencoba menyingkap pihak yang menerima pencairan dana tersebut. "Kepada siapa dia serahkan, itu materi penyidikan yang tak bisa kami buka," ujar Martinus.

Sebelumnya, Ustaz Bachtiar menjelaskan akselerasi gerakan Aksi Bela Islam begitu cepat sementara kepanitiaan GNPF bersifat ad hoc sehingga tak mungkin membuat rekening sendiri. Ustaz Bachtiar lantas meminjam rekening YKUS melalui perjanjian secara lisan. Draft perjanjian belum sempat dibuat resmi. "Dana yang disimpan di rekening YKUS tidak diambil secara curang atau dipindahkan ke rekening lain secara melawan hukum," ujarnya saat diperiksa pada Jumat (10/2). -rol

Sumber: kabarviral.id

Sampaikan Aspirasi Aksi 212, DPR Kirimkan Surat kepada Presiden Joko Widodo, Inilah Empat Tuntutan Aksi 212


Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan segera mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi massa dari Forum Umat Islam (FUI), yang menggelar Aksi 212 di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2).

"Hari ini akan kami surati presiden," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2).
Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu menambahkan, sebelum aksi, delegasi massa dari FUI juga sudah menggelar pertemuan dengannya di gedung DPR. Dalam pertemuan itu, juga disampaikan apa yang menjadi tuntutan massa.

Massa juga meminta aspirasinya disampaikan kepada presiden. "Kemarin mereka sudah menyampaikan langsung ketika ketemu dan kami akan sampaikan surat ke presiden mengenai aspirasi tersebut," kata Fadli.

Fadli mengapresiasi aksi yang dilakukan massa. Menurut dia, semua unjuk rasa dijamin konstitusi. Dia berharap aksi berjalan damai dan aspirasi massa tersalurkan dengan baik. Apalagi, tuntutan itu sudah disampaikan massa berkali-kali.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa mendengar aspirasi ini, memenuhi apa yang menjadi aspirasi mereka tersalurkan," katanya.

Seperti diketahui, ada empat tuntutan yang disampaikan massa. Yakni, copot terdakwa penodaan agama Islam Basuki Tjahaja Purnama yang kini diaktifkan lagi menjadi gubernur DKI Jakarta, setop kriminalisasi ulama, setop penahanan mahasiswa, dan penjarakan penista agama. (boy/jpnn)

Sumber: msn.com

Senin, 20 Februari 2017

ALLAHU AKBAR, DEBATER INDONESIA, PENANTANG ALLAH ITUPUN AKHIRNYA TEWAS. DAN INILAH TANTANGANNYA



Tak cuma berkembang cepat dakwah muslim Indonesia, saat ini photo salah satu pembenci Islam (yang telah dalam peti jenazah) terpampang di beberapa media online, semua manusia di semua benua dapat lihat muka kusutnya sebagai sosok mayat, dibalut jas rapi serta dicium oleh salah satu anggota keluarganya, .

Kabarnya : Berikut mayat seorang lelaki #Indonesia, yang beberapa hari terlebih dulu, dia yaitu pendebat paling ‘sok jago’ di grup FB (dialog Islam vs…).

Celakanya, dia menantang serta mencela Allah serta RasulNya.

Satu diantara kalimat terjeleknya yaitu, “Preeeet, mana? Perlihatkan si Allah itu ada di mana?! Tunjukkan pada saya, serta katakan pada DIA, silahkan ambillah nyawaku sekarang… Saya telah siap bila toh dapat mati saat ini! ”

Subhanallah… Tantangan itupun diaminkan muslimin serta malaikat hingga disetujui Allah.

*Tanggal 7 Januari waktu lalu, dia tewas dengan muka yang menjadi hitam kelam bak terbakar*

“Bagi siapa juga yang membenci Islam tanpa ada sebab, koreksi diri, jangan sampai jadi korban media ~Knowledge is power, kan? ~ Baiknya, tekuni perlahan mengenai Islam dari orang Islam yang paham pengetahuan agama, tidak dari himpunan JIL, Pluraris atau sekuler.

Saat kalian mencela, menantang Allah Azza wa jalla, sampai kesombongan diri kuasai jiwa raga, mengerikan sekali, apalagi mengejek Rasulullah Muhammad yang merupakan manusia paling prima akhlaqnya, berarti Anda siap bisa kejutan serta konskwensinya* Lantaran adzab Nya ialah benar, kematian yaitu benar, siksa pendam yaitu benar… Kebenaran itu di cari dengan berpikir serta berakal, di imbangi dengan kebersihan hati untuk meraih Ridho Illahi.

Mudah-mudahan peristiwa ini jadi pelajaran untuk kita semuanya.

Sumber: berita-medianet.com

Minggu, 19 Februari 2017

Aksi Damai Bela Islam Kembali Akan Digelar 21 Februari. Aksi Ini Membawa 4 Isu Besar


Aksi damai bela Islam bakal kembali digelar pada Rabu 21 Februari mendatang. Aksi yang mengusung isu pengawalan terhadap sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok rencananya bakal dipusatkan di kawasan Gedung DPR dan MPR RI.

Kepolisian tidak mempermasalahkan jika aksi yang diperkirakan akan menyedot banyak massa itu kembali dilakukan.

"Enggak masalah (aksi), kami siapkan pengamanannya," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar saat mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri acara pernikahan di gedung Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Sabtu (18/2). 

Hanya saja pihaknya meminta massa dari umat muslim itu tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban warga Jakarta lainnya yang beraktivitas. Dia meminta massa bisa melakukan kegiatan tersebut sesuai aturan. "Yang penting tertib saja," terangnya. 

Baca juga: TAK RELA, Jokowi Mengangkat Kembali Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, INILAH PERNYATAAN SIKAP Aktivis Lintas Generasi Pro Demokrasi

Meski rencana aksi tersebut sudah mulai seliweran di media sosial, tapi kepolisian belum menerima surat pemberitahuan. "Belum ada (surat pemberitahuan), kami koordinasi dahulu, tapi kayanya lumayan banyak," katanya.

Seperti diketahui, Koordinator aksi FUI, Andi Hasbi menyebut rencana demo ini membawa empat isu besar. Poin terpenting, meminta DPR agar mendesak Kementerian Dalam Negeri guna melakukan pencopotan Ahok. Selanjutnya, memenjarakan penista agama.

Pihaknya juga meminta DPR untuk bertindak atas kriminalisasi ulama dan menyetop penangkapan terhadap mahasiswa. Meski begitu, Andi menegaskan bahwa aksi dilakukannya nanti bakal berlangsung aman tanpa ada rencana pendudukan gedung DPR.

Baca juga: Praktisi Hukum: Ahok PASTI DIBERHENTIKAN, Kalau Tidak, Berarti Jokowi BUNUH DIRI

"Tidak ada perintah pendudukan DPR, unjuk rasa saja. Kita larang pendudukan, itu rumah rakyat, menyuarakan aspirasi," kata Andi kepada merdeka.com, Sabtu (18/2). [did]

Sumber:merdeka.com

Selasa, 14 Februari 2017

Terjadi Kembali Penistaan Al Qur'an di Kota Sukabumi


Kasus dugaan penistaan Alquran terjadi di Kota Sukabumi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat telah mengamankan dan menyerahkan barang bukti Alquran yang di dalamnya terdapat tulisan tangan dengan kalimat hinaan dan hujatan.

Alquran tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Ny Edah Wahyuni (50 tahun) warga Jl Gudang Gang Cereme III Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Alquran tersebut ditemukan tergeletak di Gang Cereme III dalam kondisi terbungkus kantong plastik warna hitam pada Kamis (9/2) sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes pol Drs Yusri Yunus, penemuan tersebut dilaporkan saksi kepada pengurus masjid setempat. Pengurus masjid kemudian melanjutkan laporannya ke MUI Kota Sukabumi. Setelah diteliti oleh pihak kemudian diserahkan ke Polresta Sukabumi.

"Saat ini tim dari Polresta Sukabumi tengah melakukan penyelidikan atas temuan Alquran tersebut," kata dia kepada para wartawan, Selasa (14/2).

Sementara itu, Sekretaris MUI Kota Sukabumi, KH Drs Muhammad Kusoy mengatakan, setelah diteliti, pada halaman Asmaul Husna terdapat tulisan tangan dengan kalimat-kalimat hinaan seperti ayat-ayat Alquran menjadi sumber perselisihan bangsa. Tak hanya itu, juga terdapat gambar telapak kaki di halaman tersebut.

"Penemuan Alquran ini telah dibahas oleh pengurus MUI Kota Sukabumi pada Senin (13/2) pukul 13.00 WIB. Alquran ini kemudian kami serahkan kepada Polresta Sukabumi. Kami meminta masalah ini diusut hingga tuntas," kata Kusoy.

Sumber: msn.com

Inilah Ucapan AHOK Dalam Sebuah Acara Sertijab Gubernur. Ucapan itu Dinilai Aktivis 98 Layaknya Seorang Atheis


Dalam sebuah acara sertijab, Ahok mengatakan “Harus tahu persis kenapa pilih A, kenapa pilih B, kenapa pilih C? Tapi kalau berdasarkan agama, itu juga saya enggak mau larang. Kita bisa berdebat gara-gara itu saya disidang. Tapi saya mau katakan bahwa anda melawan konstitusi kalau pilih orang berdasarkan agama”.

Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyerahkan laporn nota singkat akhir pelaksana tugas kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat acara serahterima laporan nota singkat akhir pelaksana tugas Gubernur DKI di Balaikota, Jakarta, Sabtu (11/2). Melalui laporan nota tersebut, Ahok kini resmi menjabat kembali sebagai gubernur yang aktif.

Ucapan di atas merupakan pernyataan yang disampaikan Ahok dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur DKI Jakarta, Sabtu (11/2) lalu.  Ucapan tersebut dinilai aktivis 98, Ferdinand Hutahaean, tidak layak untuk diucapkan seorang yang beragama.

Tak hanya itu, Ferdinand pun menanyakan keagamaan seorang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Terlebih, saat ini Ahok masih berstatus sebagai kasus penistaan agama.
“Pernyataan tersebut hanya layak diucapkan oleh seorang yang berpaham atheis, paham yang tidak meyakini keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Padahal Ahok adalah seorang beragama, namun dengan kalimat tersebut status Ahok sebagai orang beragama menjadi perlu dipertanyakan,” ujar Ferdinand dalam rilisnya kepada Aktual pada Senin (13/2).
Padahal dalam pembukaan UUD ’45, lanjut Ferdinand, telah menyebutkan bahwa negara Indonesia berdasarkan perintah agama. Meskipun bukan negara agama, namun ia menyebut bahwa Indonesia merupakan negara yang hidup menurut perintah agama.

Oleh karenanya, ucapan Ahok dirasa Ferdinand sangat tidak masuk akal dan tidak pantas karena  telah melukai Konstitusi dan Pancasila sebagai dasar negara.
“Apakah Ahok ingin meniadakan dan menghilangkan eksistensi Agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Apakah Ahok ingin menjauhkan Agama dari kehidupan masyarakat?” tanya Ferdinand
(Laporan: Teuku Wildan)
Sumber: guruformal.blogspot.co.id

Sabtu, 11 Februari 2017

SUBHANALLAH, MERINDING Kegigihan Anak Ini Dalam Beribadah Umrah dengan Keterbatasan Fisik Menghentikan Langkah Imam Masjidil Haram


Setiap manusia pasti ingin terlhat sempurna. Namun pernahkah anda membayangkan jika anak yang terlahir tak sempurna atau disabilitas justru mendapatkan tempat yang paling sempurna.

Dalam video yang viral dimedia sosial, terlihat bagaiamana Imam Masjidil Haram Sheikh Maahir al-Muaqily menghentikan langkahnya ketika melihat seorang anak yang mempunyai keterbatasan fisik, bahkan hanya bisa berjalan dengan kedua tangannya.

Imam Masjidil Haram bahkan menunggu anak tersebut menyelesaikan salatnya dan kemudian langsung mencium dan memeluk erat anak tersebut lantaran hatinya sangat tersentuh dengan kegigihannya dalam menjalankan ibadah umroh.

Anak yang diketahui jamaah asal Qatar bernama Ghanim al-Muftah ini terlihat tetap bersemangat melakukan tawaf dengan berjalan menggunakan tangannya dan menolak menggunakan kursi roda.

Baca juga: Subhanallah,... Inilah Video Yang Membuktikan Bahwa Nabi Muhammad Pernah Membelah Bulan Menjadi Dua.. Mohon Di Share Ya..

Bahkan yang lebih terharu Ghanim juga diberikan kesempatan luar biasa untuk mencium hajar aswad. Tak heran jika banyak netizen yang terharu dan merinding melihat begitu besar kesempatan yang Allah berikan kepada anak dengan keterbatasan fisik tersebut.

Berikut video yang membuat merinding dan terharu melihat ghanim al-Muftah dengan Imam Masjidil Haram